Format Tugas Besar

JENIS-JENIS BAHASA PEMROGRAMAN

Posted: January 24, 2010 in Uncategorized


Bahasa pemrograman adalah bahasa yamg digunakan untuk membuat suatu program. Bahasa pemrograman terbagi atas dua bagian yaitu, Low level language dan high level language.

Low level language atau bahasa tingkat rendah adalah bahasa pemrograman yang mirip dengan bahasa manusia yang disingakat. Misalnya untuk instruksi LOAD AND JUMP ini ditulis LNJ.  Bahasa seperti ini disebut dengan bahasa ASSEMBLER.

High level language  atau bahasa tingkat tinggi adalah bahasa pemrigraman yang mendekati dengan bahasa manusia.  Menurut sejarhnya bahasa tingkat tinggi Read the rest of this entry »

Sejarah komputer

Posted: January 24, 2010 in Uncategorized

Sebenarnya computer ditemukan pada awal abad ke 20, bukan karena persoalan
Sains dan teknologi, bukan juga karena persoalan bisnis, bukan karena persoalan militer melainkan karena persoalan sensus penduduk.

Pada saat itu seorang pekerja pada biro sensus penduduk bernama Dr. Herman Hollerith, merasa prihatin karena sering terjadi data sensus yang ada belum selesai diolah. Masa sensus berikutya sudah dating lagi. Seperti diketahui pada saat itu sensus penduduk dikaitkan dengan pemilih presiden yang terjadi selama 4 tahun sekali.

Pada suatu hari, DR. Herman Hollerith tersebut menumpang kereta api menuju ke suatu tempat tertentu. Pada saat kondektur memintanya untuk memperlihatkan karcisnya dia pun menyerahkannya. Pada saat itu karcis kereta api berbentuk kartu kecil, seperti kartu domino dan untuk mengecek kehadiran penumpang kondektur akan melobangi karcis tersebut. DR Herman Hollerith memperhatikan bahwa cara pelobangan karcis tersebut mempunyai cara khusus. Kondektur akan melobangi karcis dan melihat siapa pemilik karcis itu terlebih dahulu. Setelah tahu konedktur akan melobangi karcis tersebut. Ada karcis yang dilobangi sebelah kiri atas, ada sebelah kiri bawah, ada sebelah kanan atas, ada pula sebelah kanan bawah. Rasa ingin tahu DR. Herman Hollerith membuat dia menanyakan hal tersebut. Kondektur mengaku bahwa dia melobangi berdasarkan jenis kelamin dan kedewasan pemilik karcis. Selanjutnya kondektrur itu juga engataka bahwa hal itu dilakukan atas perintah atasan untuk mensensus mpenumpang kereta api. DR. Herman Hollerith tercengang dan mendfapatkan inspirasi dari kejadian tersebut.

Sejak saat itu DR. Herma Hoolerith terus berusaha  membuat alat yang dianggapnya dapat membantunya dalam perhitungan sensus penduduk. Dia lalu menemukan cara dengan menciptakan sebentuk kartu yang terkenal denga nama kartu Hollerith. Dengan mesin elektronik yang diciptakannya, maka perhitungan kartu-kartu berlobang yang dilobangi berdasarka data seorang penduduk dapat dengan cepat selesai. Setelah beberapa tahun, mesin pelobang dan pembaca kartu Hollerith dipakai secara meluas, bahkan sampai tahun 1970-an mesin ini masih dipakai.

DR. Herman Hollerith akhirnya keluar dari Biro Sensus  Amerika serikat dan mendirikan perusahaan yang bernama Tabulating Machine Company yang pada tahun 1924 dirubah namanya menjadi International Business Machines Corporation (IBM) yang mana merupakan pabrik computer pertama di dunia.

Sepeninggal Herman Hollerith, kedudukan di Biro Sensus Amerika diganti oleh James Powers seorang ahli Statistik. Pada tahun 1905 James Power menciptakan punched card (pelobang kartu) yang lebih sempurna yang digunakan secara sukses pada sensus penduduk tahun 1910. Namun pada tahun 1911James Power, juga keluar dari biro sensus dan membangun perusahaan baru yang diberi nama Power Accounting Machine Company. Pada tahun 1927 Power bergabung dengan perusahaan lain mendirikan Remington Rand Corporation yang mana pada tahun 1955 perusahaan tersebut namanya berubah menjadi Remington Sperry Rand Corporation yang memproduksi mesin-mesin computer Univac.

Tokoh dibalik SIDRAP

Posted: January 24, 2010 in Uncategorized

Maju mundurnya sebuh daerah mememang banyak bergntung pada sosok tokoh yang menahkodainya. Dan, beruntung bagi sidenreng rappang, Karen sekian lama rentang waktu prjalanannya, derah ini selalu di nahkodai oleh putera terbaik sehingga mampu mengantar sidenreng rappang melewati berbagai  masa-masa sulit. Mereka adalah pemeran sejarah dari sebuah episode negeri yang selsu gelisah untuk lebih maju.

Berawal dari A. Sapada, bupati kepala daerah pertama yang sukses menahkodai sidenreng rappang selama kurung waktu enam tahun, terhitung dari tahun 1960-1966. Kendatipun dikeal berdarah biru dari cucu raja rappang dan raja sidenreng, A. Sapada teteplah berjiwa nasionalis. A. Sapada malah sukses meniti karir di dunia militer dengan pangkat letnan satu.

A.Sapada juga disebut-sebut sebagai sosok yang sukses menanam benih-benih pembangunan di sidenreng rappang. Betapa tidak, sebagi bupati pertama di era yang serba kacau, ototmatis sapada haya bermodalkan semangat. Belum ada fasiitas apa-apa. Bolehlah disebut A. Sapada bertolak dari nol. Kekacauan akibat ganaguan gerombolan, masih terjadi dimana-mana. Praktis kesempatan untuk melakukan pembenahan selalu terganggu. Bahkan untuk berkantor saja, sapada harus rela menggunakan bekas gudang padi. Belum lagi kas yamg masih kosong melompong. Tapi, dalam kondisi seperti itu, sapada teteplah maju.

Awal bangkitnya orde baru, nahkda sidenreng  rappang harus berganti. Kali ini, dipegang oleh H. Arifin Nu’mang. Tepatnya mulai tahun 1966-1978. Sosok Arifin dikenal sebagai keluarga pejuang. Ayahnya bernama La Nu’mang, adalh seorang penasehat kelasyakaran Ganggawa yang menghembuskan nafas terakhirnya di ujung senapan Westerling.

Arifin kemudian dikenal sukses menyeimbangkan roda pembangunan yang menitik beratkan pada sector pertanian. Tradisi tudang sipulung dikenal sebagai senjata Arifin dalam memajukan sector pertanian dengan keberhasilannya menerapkan pola bertani yang menggunakan pendekatan modern. Pola itu pulalah yang berhasil menghantarkan Sidenreng Rappang pada posisi puncak produsen padi di Sulawesi Selatan dengan sebutan Lappo Ase.

Pasca Arifin Nu’mang, lagi-lagi Sidenreng Rappang beruntung. Sebab penggantinya juga tatkala hebatnya, H. Opu Sidiq. Kader militer ini bahkan menahkodai Sidenreng Rappang hingga 2 periode, 1978-1983. Dan 1983-1988.

Opu sidiq sangat popular hingga kalangan bawah, dia merakyat dimana-mana. Orang banyak menyebutnya sebagai bupati murah senyum. Dia dikenal rajin menghadiri setiap kali ada hajatan rakyatnya.

Masa 10 tahun menjabat bupati mengharuskan Opu untuk melepas kekuasaannya ke penggantinya, H. M. Yunus bandu. Terhitung sejak 1988-1993. Dia menitik beratkan pembangunan yang bersendikan kebersamaan dan disiplin tinggi, terus dipupuk sehingga masyarakat terus berpartisipasi tanpa merasa dipaksakan.

Usai jabatan Yunus, nahkoda kemudian dipegang oleh birokrat, Drs. H. Salipolo palaloi. Dia dipercaya menjadi bupati Sidenreng Rappang tahun 1993-1998. Gaya kepemimpinan sipil Salipolo tetap menggunakan kebijaksanaan berkesinambungan. Di era Salipolo ini pulalah penghargaan akan kesuksesan di dalam bangun daerah di sematkan prasapya purna karya nugraha.

Bersamaan runtuhnya orde baru, muncul pula pemimpin baru, kali ini dipegang oleh A. Sunde Parawansa, SH. Pamong yang juga merupakan putra asli Sidenreng Rappang dipercaya menahkodai Sidenreng Rappang sejak tahun 1998-2003. Sementara otonomi daerah bergulir, pucuk kepemimpinan pun berganti. Kali ini yang memperoleh amanah adalah putra asli Sidenreng Rappang, H.A. Ranggong didam[pingi wakilnya H. Musyafir Kelana.

Kemudian pada tahun 2009 berlaku system otonomi daerah dimana kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Dan pada tahun ini terpilih bupati H. Rusdi masse dan wakilnya. H. Dollah Mando, yang dikenal dengan pasanangan RIDHO. Dimana H. Rusdi Masse dikategorikan sebagai bupati termuda di Indonesia.

Tokoh dibalik SIDRAP

Posted: January 24, 2010 in Uncategorized

Maju mundurnya sebuh daerah mememang banyak bergntung pada sosok tokoh yang menahkodainya. Dan, beruntung bagi sidenreng rappang, Karen sekian lama rentang waktu prjalanannya, derah ini selalu di nahkodai oleh putera terbaik sehingga mampu mengantar sidenreng rappang melewati berbagai  masa-masa sulit. Mereka adalah pemeran sejarah dari sebuah episode negeri yang selsu gelisah untuk lebih maju.

Berawal dari A. Sapada, bupati kepala daerah pertama yang sukses menahkodai sidenreng rappang selama kurung waktu enam tahun, terhitung dari tahun 1960-1966. Kendatipun dikeal berdarah biru dari cucu raja rappang dan raja sidenreng, A. Sapada teteplah berjiwa nasionalis. A. Sapada malah sukses meniti karir di dunia militer dengan pangkat letnan satu.

A.Sapada juga disebut-sebut sebagai sosok yang sukses menanam benih-benih pembangunan di sidenreng rappang. Betapa tidak, sebagi bupati pertama di era yang serba kacau, ototmatis sapada haya bermodalkan semangat. Belum ada fasiitas apa-apa. Bolehlah disebut A. Sapada bertolak dari nol. Kekacauan akibat ganaguan gerombolan, masih terjadi dimana-mana. Praktis kesempatan untuk melakukan pembenahan selalu terganggu. Bahkan untuk berkantor saja, sapada harus rela menggunakan bekas gudang padi. Belum lagi kas yamg masih kosong melompong. Tapi, dalam kondisi seperti itu, sapada teteplah maju.

Awal bangkitnya orde baru, nahkda sidenreng  rappang harus berganti. Kali ini, dipegang oleh H. Arifin Nu’mang. Tepatnya mulai tahun 1966-1978. Sosok Arifin dikenal sebagai keluarga pejuang. Ayahnya bernama La Nu’mang, adalh seorang penasehat kelasyakaran Ganggawa yang menghembuskan nafas terakhirnya di ujung senapan Westerling.

Arifin kemudian dikenal sukses menyeimbangkan roda pembangunan yang menitik beratkan pada sector pertanian. Tradisi tudang sipulung dikenal sebagai senjata Arifin dalam memajukan sector pertanian dengan keberhasilannya menerapkan pola bertani yang menggunakan pendekatan modern. Pola itu pulalah yang berhasil menghantarkan Sidenreng Rappang pada posisi puncak produsen padi di Sulawesi Selatan dengan sebutan Lappo Ase.

Pasca Arifin Nu’mang, lagi-lagi Sidenreng Rappang beruntung. Sebab penggantinya juga tatkala hebatnya, H. Opu Sidiq. Kader militer ini bahkan menahkodai Sidenreng Rappang hingga 2 periode, 1978-1983. Dan 1983-1988.

Opu sidiq sangat popular hingga kalangan bawah, dia merakyat dimana-mana. Orang banyak menyebutnya sebagai bupati murah senyum. Dia dikenal rajin menghadiri setiap kali ada hajatan rakyatnya.

Masa 10 tahun menjabat bupati mengharuskan Opu untuk melepas kekuasaannya ke penggantinya, H. M. Yunus bandu. Terhitung sejak 1988-1993. Dia menitik beratkan pembangunan yang bersendikan kebersamaan dan disiplin tinggi, terus dipupuk sehingga masyarakat terus berpartisipasi tanpa merasa dipaksakan.

Usai jabatan Yunus, nahkoda kemudian dipegang oleh birokrat, Drs. H. Salipolo palaloi. Dia dipercaya menjadi bupati Sidenreng Rappang tahun 1993-1998. Gaya kepemimpinan sipil Salipolo tetap menggunakan kebijaksanaan berkesinambungan. Di era Salipolo ini pulalah penghargaan akan kesuksesan di dalam bangun daerah di sematkan prasapya purna karya nugraha.

Bersamaan runtuhnya orde baru, muncul pula pemimpin baru, kali ini dipegang oleh A. Sunde Parawansa, SH. Pamong yang juga merupakan putra asli Sidenreng Rappang dipercaya menahkodai Sidenreng Rappang sejak tahun 1998-2003. Sementara otonomi daerah bergulir, pucuk kepemimpinan pun berganti. Kali ini yang memperoleh amanah adalah putra asli Sidenreng Rappang, H.A. Ranggong didam[pingi wakilnya H. Musyafir Kelana.

Kemudian pada tahun 2009 berlaku system otonomi daerah dimana kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Dan pada tahun ini terpilih bupati H. Rusdi masse dan wakilnya. H. Dollah Mando, yang dikenal dengan pasanangan RIDHO. Dimana H. Rusdi Masse dikategorikan sebagai bupati termuda di Indonesia.

Sidrap, Nama dibalik Sejarah

Posted: January 24, 2010 in Uncategorized

Sidenreng Rappang , sebuah nama yang melegenda. Tesis itu tak seorangpun yang membantahnya.  Bukan saja karena namanya yang kian popular, tapi juga karena nama sidenreng rappang itu sarat dengan muatan sejarah. Terlalu banyak catatan penting yang tertoreh dari dank arena sidenreng rappang. I’tibar pun lahir karenanya.

Secara sosiologis, ada satu hal yang lazim dalam penelusuran sejarah dari mana sebuah daerah, yaitu mempertanyakan mengapa suatu komunitas terbentuk? Unsure-unsur apa saja yang membetuk  komunitas itu?

Dan, memang bukan lagi misteri, seperti apa dan bagaimana sesungguhnya sidenreng rappang terbentuk dilihat dari proses awal komunitasnya.

Bukti-bukti sejarah yang bisa ditelusuri yakni sejak kita mengenal budaya tulis, sudah diwariskan suatu cerita menganai keuletan masyarakat di suatu tempat yang kemudian disebut dengan nama sidenreng dan rappang. Itu terjadi sejak awal abad 16 sampai abad 17.

Dari Dua Nama

Bukan karena kebetulan sehingga Sidenreng Rappang telah menjadi nama yang sudah melegenda dan tidak asing, baik di tingkat local maupun nasional. Bahkan tidak salah jika dikatakan, historis gabungan dua nama Sidenreng dan Rappang, bukanlah sekedar sebuah nama yang memiliki makna cultural, tetapi juga telah menjadi trade-mark dari sebuah proses social yang terbangun dalam komunitasnya.

Historisnya, sidenreng rappang awalnya terdiri dari dua kerajaan, masing-masing Kerajaan Sidenreng dan Kerajaan rappang. Dua kerajaan ini sangat karib meski dengan system dengan struktur pemerintahan sendiri. Sekat-sekat primordialisme kemudian dapat melebur dalam kebersamaan.

Itu pula sebabnya, sulit mencari garis pembeda dari dua kerajaan ini. Dialeg bahasanya sama, bentuk fisiknya juga tidak berbeda. Bahasa sehari-harinya juga mirip. Wilayah kerajaan rappang menempati posisi sebelah utara, sedang kerajaan sidenreng berada di bagian selatan. Menurut catatan sejarah, kedua kerajaan tersebut memiliki system pemerintahannya masing-masing. Kerajaan Sidenreng dengan kepala pemerintahan awalnya bergelar Addaowang. Namun dalam perkembangan selanjutnya gelar Addaowang mengalami perubahan menjadi Addatuang. Sedangkan untuk kepala pemerintahan Rappang bergelar Arung Rappang.

Dalam penyelenggaraan pemerintah, penasehat memegang peranan penting karena itu menjadi penasehat tidaklah sembarang orang. Mereka harus memiliki watak intelektual yang betul-betul menjadi panutan dan referensi bagi kerajaan. Sebut misalnya penasehat raja yang paling tersohor, Nene Mallomo. Penasehat di akhir abad ke-16 Masehi ini , bukan saja ahli dalam bidang pemerintahan tetapi juga seorang hakim yang jujur buktinya tatkala Nene Mallomo menjatuhkan hukuman mati terhadap putranya sendiri hanya karena terbukti mencuri bajak. Karena itu menegakkan kebenaran menurut Nene Mallomo,”temmakkeana’ temmakeappo”. Siapapun juga jika bersalah harus dihukum.

Untuk itulah, dalam kebutuhan mencari nilai tatanan budaya masa lampau dan bagaimana untuk melanjutkan pengembangan kebudayaan dalam era yang demikian global, mengharuskan perlunya mengkaji kembali eksistensi Sidenreng Rappang yang kini dihuni tak kurang dari 245.000 jiwa lebih.

Hello world!

Posted: January 8, 2010 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!